Bupati H. Shalahuddin Tegaskan Gaspol 11–12 Jadi Fondasi Pembangunan Barito Utara

MEDIA DEMOKRASI, JAKARTA – Komitmen membangun daerah secara terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat ditegaskan Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, saat memaparkan capaian 100 Hari Kerja Pemerintah Kabupaten Barito Utara di Jakarta.

Dalam program Speak After Lunch yang disiarkan iNews  pada Selasa 26 Januari 2026, Bupati menegaskan bahwa 11 program unggulan dan 12 program prioritas yang dikenal dengan Gaspol 11–12 bukan sekadar jargon, melainkan fondasi pembangunan yang dirancang berdasarkan aspirasi langsung masyarakat di 93 desa dan 10 kelurahan.

“Program 11–12 ini lahir dari hasil turun langsung ke lapangan. Hampir seluruh persoalan masyarakat yang kami temukan telah terjawab dalam program yang kami rumuskan. Ini bukan konsep di atas meja, tetapi hasil dialog nyata dengan warga,” ujar H. Shalahuddin iNews Jakarta.

Menurutnya, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini mencakup pembangunan infrastruktur, pembenahan tata kelola pemerintahan dan politik, peningkatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, penguatan sektor pertanian dan perkebunan, pemberdayaan putra daerah, penanganan persoalan sosial kemasyarakatan, hingga perluasan lapangan kerja.

Ia menegaskan bahwa visi “Barito Utara Maju, Sejahtera, dan Berkeadilan” akan diwujudkan secara bertahap melalui implementasi program yang terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Pembangunan tidak boleh setengah-setengah. Kita ingin hasil yang nyata, terukur, dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi sebagai kunci keberhasilan. Menurutnya, pembangunan harus dimulai dari birokrasi yang solid, profesional, dan responsif.

“Kalau birokrasi kuat dan tertata, maka roda pemerintahan dan pembangunan akan berjalan baik. Program yang bagus harus didukung kecepatan dan keseriusan dalam pelaksanaan,” katanya.

Untuk mempercepat realisasi pembangunan, proses perencanaan dan kontrak kegiatan telah dipercepat sejak Desember agar pelaksanaan fisik bisa dimulai lebih awal pada tahun anggaran berjalan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun serta meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Barito Utara memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan guna membuka keterisolasian sejumlah wilayah. Pemerintah daerah juga menjalin kerja sama dengan PLN untuk memastikan akses listrik 24 jam menjangkau seluruh wilayah.

“Tidak boleh ada lagi wilayah yang gelap. Listrik 24 jam adalah kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kenyamanan hidup dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Pada sektor pendidikan, Pemkab menggulirkan program 16 tahun sekolah gratis melalui sistem e-Pintar, disertai bantuan seragam, buku, perlengkapan belajar, dan sepatu bagi siswa kurang mampu.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan biaya. Pendidikan adalah investasi masa depan Barito Utara,” ujarnya.

Sementara di bidang kesehatan, cakupan layanan telah mencapai sekitar 80 persen dan terus ditingkatkan dari sisi fasilitas maupun kualitas pelayanan.

Menutup pernyataannya di Jakarta, Bupati menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan Gaspol 11–12 bukan pada konsep, melainkan pada perubahan pola kerja birokrasi.

“Kita harus mengubah mindset. Dari bekerja santai menjadi bekerja cepat, tepat, dan penuh komitmen. Masyarakat menunggu hasil nyata, dan itu yang harus kita wujudkan bersama,” pungkasnya.(adm)

Redaksi
115

Featured News

Official Support

Jalan G Obos IX No. 26 Kota Palangka Raya

081351921771

mediademokrasi@gmail.com

Follow Us
Foto Pilihan

Copyright © 2020 Media Demokrasi All rights reserved. | Redaksi | Pedoman Media Cyber | Disclimer